Tampil Percaya Diri

Semua orang pasti ingin tampil percaya diri, di mana pun dan kapan pun. Sama halnya denganku. Akan tetapi, itu semua bukanlah hal yang semudah membalikkan telapak tangan. Loh? Terus apa yang harus dilakukan agar bisa tampil percaya diri?

Tenang! Tenang!

Jawabannya, cukup tenang. Cek ulang penampilanmu dari atas ke bawah. Malu-maluin atau tidak? Kalau tidak, ya pede saja. Kalau iya, gimana dong? Tentu saja harus ganti.

Gak ada waktu untuk ganti? Tenang! Tenang! Ayo, permak penampilan tersebut sebisa mungkin. Entah bajunya digulung agar terlihat lebih trendy atau rambutmu yang terikat digerai agar terlihat lebih menawan.

 

Tips dariku

Sebenarnya, aku tak memiliki tips apa pun untuk tampil percaya diri. Aku sendiri cukup minder dengan penampilan fisikku. Akan tetapi, untuk otak, aku rasa aku cukup percaya diri bahwa aku tidak bodoh-bodoh banget sampai bisa menyandang gelar bodoh.

Satu hal yang bisa membuatku percaya diri adalah saat di mana aku bisa memprediksi apa saja yang akan terjadi pada keadaan-keadaan tertentu. Di saat itu, aku yakin aku bisa menyelesaikan apa saja yang ada karena telah memutar berbagai skenario di otak

 

Ini tulisan apa sih? Kok gak jelas. Oke. Abaikan!

 

#day10
#15daysjournalingchallenge


 


Insecure merupakan perasaan tidak percaya diri pada diri seseorang. Pasti ada satu dari seluruh hal yang dimiliki oleh kita yang membuat kita merasa kurang percaya diri untuk bisa bersaing dengan seseorang. Bahkan, bila orang yang sudah terlihat sempurna di mata kita saja, terkadang bisa merasa insecure dengan dirinya sendiri.

 

Hal yang Membuatku Insecure

Bagi diriku yang tidak cantik, tentu saja penampilan bisa membuatku merasa kurang percaya diri. Apalagi ketika aku harus menghadiri acara yang harus menonjolkan kecantikan. Namun, ketika aku berada di tempat umum di mana penampilan tidak begitu dipedulikan. Aku merasa nyaman-nyaman saja.

Selain itu, aku juga masuk ke dalam kategori orang yang pendek. Bertubuh pendek memang memiliki banyak kelebihan, tetapi juga memiliki banyak kekurangan. Yah, walau sebenarnya sama saja karena orang-orang bertubuh tinggi pun memiliki banyak kelebihan dan kekurangan. Namun, melihat orang-orang yang bertubuh tinggi, aku pun merasa iri dan tidak pede pada penampilanku. Sering kali aku berharap, seandainya aku lebih tinggi lagi beberapa sentimeter, yang tentunya tak mungkin lagi terjadi.

Namun, ada satu hal yang membuat diriku semakin jatuh percaya dirinya. Ketika, semua orang meragukan kemampuanku. Walau aku sendiri yakin bahwa aku bisa melakukan yang terbaik, tetapi tetap saja muncul pemikiran mengenai bagaimana bila aku melakukannya dengan tidak baik? Atau hal-hal yang lainnya.

Pemikiran negative hasil dari doktrin luar. Selain itu, ada sebagian dari diriku yang merasa bahwa bila ia meragukanku, bagaimana bila aku membuatnya kesal dengan cara aku menghancurkan semuanya? Apakah dengan begitu aku bisa merasa puas karena menganggap diriku sudah membalaskan dendamku?

Yah, terkadang—tidak, sering kali—pemikiran tersebut muncul. Dan memang ada saat-saat di mana aku ingin melakukan hal jahat tersebut. Contohnya adalah di saat ini, saat sekarang. Aku tidak begitu peduli dengan image-ku yang tercipta di mata orang lain karena aku memang bisa menciptakan impresi yang berbeda-beda pada orang yang berbeda pula. Jadi, aku tak begitu mempermasalahkannya.

Hancur di depan satu orang, bukan berarti aku bisa hancur di depan semua orang, ‘kan? Aku tahu bahwa pemikiran ini tidak normal, tetapi memang begitulah adanya. Aku tak senang ketika orang meremehkanku, dan caraku membalas mereka adalah dengan membuat kebalikannya atau malah membenarkan kekhawatiran mereka. Tergantung situasi yang kuhadapi.

 

 

#jurnalhydramates
#jurnal_hm_maret
#jurnal_hm_minggu_ke3
#15daysjournalingchallenge
#day9


 


Hal yang Menarik di Kehidupanku

Dalam hidup, tentu saja ada saja kejadian menarik yang terjadi. Pasti semua orang pernah mengalami hal itu, tak terkecuali aku. Dan itu akan menjadi kenangan yang tak akan terlupakan.

 

Di Masa Sekolah

Semasa sekolah, aku sering tak belajar. Modalku untuk bisa melewati ujian adalah dengan cara mendengarkan guru menerangkan. Walau tentunya, harus dibantu dengan membaca catatan.

Nah! Semasa sekolah—tidak, bahkan sampai sekarang—aku adalah orang yang sangat amat pemalas. Aku sering mencatat apa yang dijelaskan oleh guru-guru. Jadwal ujian juga tak pernah terlewatkan di dalam catatan tersebut. Namun, hanya sekedar itu saja. Aku senang mencatat agar tak melupakan semuanya, tetapi aku tak pernah membuka kembali catatan tersebut.

Jadi, sewaktu hari ujian tiba dan guru mengatakan, “Keluarkan kertas ujian kalian semua.”

Dari sanalah aku mulai sibuk beradu mulut dengan sang guru dan menanyakan apa memang sudah waktunya ujian? Tentu saja memang benar. Namun, itu hanya dalihku saja agar aku mendapatkan waktu untuk mengulang pelajaran sebanyak yang aku bisa. Sembari mengajak guruku untuk berbicara, aku mengulangi semua yang ada di catatanku agar aku bisa mendapatkan nilai. Dan untungnya, nilai yang kudapatkan tidak jelek-jelek amat; tidak merah, namun juga tak terlalu tinggi.

 

Di Masa Kuliah

Yah, bisa di bilang ini pengalaman sebelum kuliah. Waktu itu, aku masih terombang ambing ingin mendaftar jurusan apa dan di universitas mana. Akhirnya, pilihanku jatuh di sebuah Sekolah Tinggi di salah satu komplek perumahan yang cukup terkenal di Medan. Alasanku memilih sekolah tinggi itu hanyalah satu, tak ada murid lain dari sekolahku yang mendaftar ke sana.

Iya, hanya itu alasannya. Tak ada alasan lainnya. Lalu, untuk jurusannya sendiri. Di sana terdapat 3 jurusan utama; komputer, ekonomi, dan bahasa. Berhubung aku bodoh dalam bahasa dan membenci ekonomi, pilihanku jatuh pada komputer. Jurusan ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu Sistem Informasi dan Teknik Informasi.

Aku ingat kalau anak Teknik Informatika bisa membuat robot dan karena aku tertarik dengan ilmu itu, tanpa pikir panjang pun aku langsung mendaftar ke jurusan tersebut. Akan tetapi, aku malah ditertawai oleh bagian akademik tersebut. Mereka pun menjelaskan bahwa di sekolah tinggi tersebut mahasiswa teknik informatika tidak pernah ada mahasiswa cewek. Akhirnya, aku pun harus mengalihkan jurusanku ke sistem informasi.

 

Sepertinya sekian saja dulu untuk hal-hal yang menarik dalam hidupku. Selebihnya, akan kuceritakan lagi di pertemuan-pertemuan selanjutnya. Kalau kalian juga ada, silakan share di kolom komentar, ya.

 

 

#jurnalhydramates
#jurnal_hm_maret
#jurnal_hm_minggu_ke3
#15daysjournalingchallenge
#day8



Marah

Siapapun, pasti pernah marah. Saat marah, pasti selalu ada ucapan kasar yang keluar dari mulut kita. Entah kita bermaksud mengatakannya atau tidak, hal itu tidaklah begitu penting. Hal yang terpenting adalah kita telah mengucapkan kalimat-kalimat menyakitkan tersebut.

Kata-kata kasar penuh amarah bukanlah sesuatu yang bisa ditarik kembali. Apa yang terlontar dari mulut kita tak akan bisa kita tarik kembali. Sama seperti kertas yang sudah kita remas, tak akan kembali ke wujudnya semula. Kalimat yang kita lontarkan akan terus membekas di hati orang yang mendengarnya.

 

Penyesalan

Tentunya, setelah marah dan melontarkan kata kasar, kita akan merasa tak enak pada orang yang sudah kita marahi itu. Walaupun, orang tersebut memiliki kesalahan kepada kita. Tak bisa kita pungkiri bahwa melontarkan kata kasar kepadanya juga bukanlah sebuah solusi atas kemarahan yang kita rasakan.

Saat itu, sebaiknya jangan sungkan untuk meminta maaf. Mungkin bagi orang yang egonya tinggi, terutama diriku. Kata maaf akan sulit terucap. Walau begitu, bukan berarti aku tak merasa menyesal sama sekali.

Aku sering melihat kakakku yang menangis setelah terlibat adu mulut denganku. Aku pernah mengatainya cengeng, tak beguna, dan yang lainnya. Aku yakin ia pasti sakit hati. Akan tetapi, seperti yang telah tertulis di atas tadi, apa yang sudah kulontarkan, tidak bisa kutarik kembali.

Namun, tak pernah sekalipun kata maaf keluar dari bibirku. Gengsiku terlalu tinggi untuk membiarkanku mengucapkannya. Entah dia tahu atau dia bahwa aku menyesal. Sejujurnya, aku berharap bahwa ia tahu aku tak pernah bermaksud untuk menyakitinya. Walau tentu saja pada kenyataannya aku telah menyakitinya.

Lalu, saat aku terlibat adu mulut dengan Mama pun. Aku melakukan hal yang sama. Kami pernah terlibat perselisihan akibat aku tak tahan lagi kerja di perusahaanku yang lama. Aku pun berkonsultasi pada orang tuaku karena aku ingin berhenti.

Mama tentu saja marah besar. Ia mengomeliku manja dan lain sebagainya. Setelahnya, ia memintaku untuk melamar ke perusahaan besar lainnya. Saat itu, aku menolak. Karena saat itu aku bekerja di perusahaan besar dan aku tak cocok dengan budaya kerja mereka yang saling menjatuhkan.

Aku terlalu takut untuk dijatuhkan seperti itu. Mentalku tak kuat sehingga aku mengatakan bahwa aku tak ingin melamar di perusahaan yang direkomendasikan oleh Mama. Tentu saja lagi-lagi Mama marah. Mama mengatakan bahwa beliau bukannya ingin mengaturku atau bagaimana.

Namun, karena aku sudah gelap mata, aku pun membantah dengan tegas bahwa memang benar bahwa beliaulah yang telah mengaturku. Kuliah dan sekolah, uangku dan lain-lain. Bahkan perusahaan tempatku bekerja saat itu adalah perusahaan yang diminta mama untukku lamar.

Aku cukup beruntung hingga bisa lolos dan bertahan selama 3 tahun lamanya. Namun, semakin lama, mentalku semakin rusak karena budaya kerja di sana cukup keras. Aku hanya ingin menyerah dan saat itu aku yang naïf berpikir bahwa lebih bagus bekerja di perusahaan kecil karena budayanya tak semengerikan budaya kerja perusahaan besar.

Tentu saja, sekali lagi penilaian naifku itu salah besar. Saat ini, aku bekerja di perusahaan kecil. Dan ternyata, budaya kerja di perusahaan kecil pun sama saja! Sekali lagi, aku tak ingin menahannya lagi. Setelah bekerja 2,5 tahun, aku pun kembali memutuskan untuk ‘lari’. Kali ini, aku ingin lari ke tempat yang jauh.

Amat sangat jauh untuk membuang semua luka ini dan memulai kehidupan yang baru. Tanpa ada orang-orang yang bisa memperparah luka yang kupunya.





Kejadian Baik di Hari Ini

Hari ini (10/3/2022),  bukanlah hari yang spesial. Masih sama seperti hari-hari yang sebelumnya. Tidak ada kejutan atau kehebohan apa pun.

Salah satunya kejadian bagus di hari ini, mungkin adalah aku yang masih bernapas dan masih bisa menulis. Kurasa cuma itu saja, tak ada hal lain lagi. Selain itu, bisa berinteraksi dengan teman-teman, baik dari dunia maya maupun dari dunia nyata, juga merupakan hal yang bagus.

Lalu, masih bisa membaca manhwa atau novel bagus dari aplikasi membaca—terutama ipusnas—juga merupakan hal yang bagus. Terus, apa lagi ya?

Entahlah, aku juga tak tahu lagi. Setidaknya, walau tak banyak yang terjadi. Tak ada yang buruk sampai pukul 15.46 WIB—sekarang.

 



Saat Sedang Marah

Kalau misalnya pertanyaan ini diajukan padaku beberapa tahun sebelumnya, mungkin jawabanku 1; membentak. Atau yang lebih parahnya lagi, aku bisa bermain tangan. Akan tetapi, untuk saat ini aku hanya diam saja.

Ya, kalian tidak salah baca. Saat marah—untuk sekarang—aku lebih sering diam, lalu pergi dari tempat yang membuatku marah dan meninggalkan orang yang membuatku marah.

Bagiku, membentak dan memukul hanyalah membuang-buang energy. Maka dari itu, sekarang aku tak melakukannya lagi. Aku lebih memilih untuk menyimpan energiku untuk hal yang lain yang lebih berguna. Bukannya, mengomel, membentak, dan memukul tak jelas. Mungkin terkadang aku memang akan membentak di awal, tetapi setelah bentakan pertama, aku akan diam saja.

Setelah Diam?

Setelah diam, aku akan menyumpal telingaku dengan earphone. Kemudian, memutar lagu dengan volume full. Aku sadar tindakan ini salah, tetapi aku tak bisa menghentikannya. Karena lagu bisa menenangkan amarah yang tengah meluap-luap. Dengan bernyanyi atau mendengarkan lagu keras-keras, bisa membuatku mengalihkan emosi yang negative menjadi netral.

 

 

 

#jurnalhydramates
#jurnal_hm_maret
#jurnal_hm_minggu_ke2



Bagiku, musik itu penghiburan yang luar biasa. Di kala senang, maupun sedih, aku suka mendengar musik. Musik pun bisa memperbaiki mood-ku yang berantakan. Saat aku malas pun, aku suka memutar musik dan bernyanyi sendirian seperti orang gila.

 

3 Lagu yang Kusukai

Kalau ditanya lagu yang kusukai, ini pertanyaan yang sulit. Aku senang mendengar lagu, tetapi aku tak bisa mendengarkan lagu tersebut dalam jangka waktu yang sangat panjang. Jadi, bisa dibilang, aku suka dengar, tetapi tak ada yang benar-benar aku sukai hingga bisa terus-menerus kudengarkan dalam jangka panjang.

Namun, untuk saat ini, mungkin 3 lagu ini yang masih menempati peringkat 3 besar di dalam hatiku.

Mark Tuan – My Life

Lagu dari salah satu member GOT7 ini baru dirilis 1 bulan yang lalu, jadi aku masih sering mendengarnya karena belum kuhapus dari playlistku. Lagu ini liriknya cukup nyesek kalau kataku.

Bagian yang paling kusuka adalah ketika ia menyanyikan lirik :
How could somebody look at me
And think that I’m happy?
I haven’t been laughing
Too much anymore

Aku tak tahu, tetapi menurutku, ini sangat menggambarkan perasaanku sekarang dan juga di waktu-waktu yang lewat. Orang-orang sering mengatakan bahwa, “Hidup kamu senang lah” atau “Kamu enak, ya, gak punya beban.”. Padahal mereka tak tahu apa-apa.

 

Youngjae – Walk With Me
Lagi-lagi ada lagu dari member GOT7 di sini. Lagu ini sudah dirilis cukup lama, yaitu bulan Desember kemarin. Aku menyukainya karena suara Youngjae memang merdu.

Bagian yang paling kusuka di lagu ini adalah :

Han georeumman deo dagawa jwoyo
Jeogeumman aju jeogeumman deo geudael gakkai bogo sipeo
Idaero uri maju bomyeo hamkke halkkayo
Nae soneul japgo gachi georeogajwoyo

Yang berarti :

Please take one step closer to me
All I want is to see you just a little closer
Shall we look each other’s eyes
Please take my hand, walk with me

Aku sengaja pakai arti Bahasa Inggris karena lebih kena aja. Kalau pakai Bahasa Indonesia, rasanya agak kurang romantis gitu. Lagu ini sangat romantis, apalagi di MV kali ini juga Youngjae terlihat ganteng (ekhm).

Jinyoug – Dive

Lagi-lagi, ini karya member GOT7. Lagu yang sudah dirilis sejak Juli kemarin ini, sudah sering aku dengar. Namun, karena memang sudah lama aku tidak update lagu baru dan sekarang aku juga lebih sering mendengarkan lagu yang diputar oleh orang lain. Lagu ini akan masuk sebagai lagu terakhir di daftar ini.

Sebenarnya, tak ada alasan khusus mengapa aku menyukai lagu ini. Aku menyukainya karena menyukai suara Jinyoung saja. Itu saja. Walau aku juga suka liriknya, tetapi hal pertama yang membuatku jatuh cinta pada lagu ini karena musiknya yang enak.

 

Sepertinya sekian saja 3 judul lagu yang aku sukai akhir-akhir ini. Mohon maklum, walau aku mendengar lagu setiap hari, tetapi bukan aku yang memutarnya. Selain itu, aku juga terlalu malas untuk mencari tahu mengenai lagu baru.

 

#15daysjournalingchallenge
#day4
#jurnalhydramates
#jurnal_hm_maret
#jurnal_hm_minggu_ke1