Day13 - Pendapat Orang Tentangku

 


Semua orang pasti akan menilai orang-orang yang ditemuinya. Begitu pula denganmu dan aku. Aku menilai dirimu dan dirimu menilai diriku. Itu adalah hal yang sangat wajar. Lantas, apa masalahnya?

Apakah penilaian orang lain terhadap dirimu atau diriku itu benar adanya? Ya, walaupun hal seperti ini tidak ada benar atau salahnya. Tentu saja tidak ada karena ini bukanlah ujian matematika yang jawabannya hanya satu.

Manusia itu abu-abu, tak ada yang 100% hitam dan juga tak ada yang 100% putih. Memang ada yang lebih condong ke putih atau hitam, tetapi bukan berarti mereka sepenuhnya hitam atau putih. Pasti ada sedikit saja warna putih di dalam hitam atau hitam di dalam putih.

Penilaian Orang Terhadapku

Setiap orang menilaiku sebagai pribadi yang berbeda-beda karena aku selalu memperlakukan orang lain sebagaimana orang lain memperlakukanku. Aku rasa, itu yang kalian sebut dengan banyak muka atau muka dua atau sebutan lainnya. Akan tetapi, bagiku itu berbeda. Itu bukanlah muka dua atau apa pun. Terserah kalian mau menganggap itu pembelaan atau apa, aku tidak begitu peduli.

Di Mata Orang Tua

Di mata kedua orang tuaku, aku dianggap sebagai anak pemalas dan pembangkang. Aku tak tahu mengapa, tetapi aku sering kali tergoda untuk membangkang setiap kali mereka memintaku untuk melakukan sesuatu. Padahal sebenarnya aku juga tidak begitu mengerti mengapa aku melakukan hal tersebut. Entah mungkin hanya karena ingin perhatian lebih dari mereka atau bukan.

Yah, aku memang sering kali mengatakan aku tidak peduli bahwa mereka menyayangiku ataukah tidak. Namun, saat kecil, aku juga ingin diperhatikan sedikit oleh mereka. Aku selalu merasa bahwa mereka jarang memperhatikanku karena mereka lebih menyayangi kakak atau adikku. Mungkin karena keinginan masa kecil yang tak tercapai itu aku lebih sering membangkang. Akan tetapi, sekarang sudah tidak begitu lagi.

Aku lebih sering memilih untuk mendiamkan kedua orang tuaku ketika aku sedang lelah pada mereka. Aku lebih senang dengan perilaku seperti orang asing yang saat ini kami jalani.

Di Mata Teman

Nah, untuk ini sangatlah banyak. Ada yang menganggapku judes, frontal, bermulut pedas, cuek. Untuk ini, aku mengakuinya. Semua itu benar. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa aku lebih senang sesuatu yang praktis.

Tentu saja. Siapa yang tak senang dengan sesuatu yang praktis. Hal itu tidak merepotkan dan bisa mempersingkat waktu sehingga waktuku untuk bermalas-malasan bisa lebih panjang.

Namun, ada satu penilaian yang menurutku kurang cocok. Aku mengenal seorang teman dari sebuah grup kepenulisan dan ia mengatakan bahwa aku adalah orang yang lucu. Sebelumnya, aku belum pernah mendengar hal itu dan aku rasa image lucu sama sekali tak pantas bersanding denganku.

 

Yah, apa pun penilaian orang terhadapku. Tidak ada dari penilaian tersebut benar ataupun salah. Semuanya benar karena begitulah image-ku tercipta di mata mereka. Aku hanya menyesuaikan perilakuku dengan perilaku mereka sehingga apa yang mereka dapatkan pasti selalu berbeda-beda.

Terkadang, aku bersikap kekanakan pada orang yang kenakan. Aku juga bisa bertingkah menyebalkan pada orang yang menyebalkan. Di lain waktu, aku bisa bertingkah dewasa ketika orang-orang bersikap dewasa. Apa pun itu, memang begitulah caraku membawa diri dalam pergaulan. Mungkin di mata beberapa orang aku itu palsu. Akan tetapi, bagiku itu adalah diriku yang asli. Tergantung sikap dan sifat seperti apa saja yang bisa kalian pancing untuk aku keluarkan saat bersama kalian.

 

#jurnalhydramates
#jurnal_hm_maret
#jurnal_hm_minggu_ke4
#day13
#15daysjournalingchallenge

 


0 comments:

Posting Komentar