Bagiku yang cepat bosan, aku biasanya memiliki berbagai cara untuk mengatasinya. Walau selalu berubah-ubah karena sifatku yang bosenan.

Tidur


Ini sudah merupakan kegiatan yang tak bisa dielakkan lagi. Yap, bagiku yang pemalas, tidur merupakan kegiatan melepas bosan yang lumayan menyenangkan. 

Dengar Musik


Sudah kubilang, aku senang mendengar lagu, bernyanyi (tapi tidak untuk didengar oleh orang-orang). Tempat konserku hanya 2, di kamar mandi dan kamar tidur sendiri. Selain itu, tidak ada. Walau sekarang, karena kantor juga bisa dibilang cukup nyaman dan seharian aku bekerja ditemani oleh lagu. Terkadang bisa keceplosan nyanyi juga. Berhubung tak ada yang mempermasalahkan suara jelekku, ya sudah, bodo amat saja lah.

Main Game


Ini merupakan kegiatan pengusir bosan yang tak bisa bertahan lama. Beneran. Untuk game android zaman sekarang, game yang seru selalu online. Sedangkan aku malas bermain game online karena sering masuk notifikasi chat saat bermain, itu mengganggu sekali. Jadi, aku lebih suka main game offline. Namun, masalahnya, tak ada game offline yang perang-perang (sejauh yang aku tahu). Jadi begitulah. Jika satu buah game bisa bertahan di dalam HP-ku selama 3 bulan, itu tandanya game tersebut lumayan.Walau, plant vs zombie bisa bertahan di ponselku selama beberapa tahun, tetapi tak kumainkan lagi. Mau hapus, tetapi terlalu sayang.

Pikiran-pikiran yang berseliweran di dalam otak sebelum itu itu ... BANYAK! Contohnya kayak, besok mau bangun jam berapa? Besok mau sarapan apa? Besok harus kerjain apa aja? Kerjaan apa aja yang masih belum dikerjakan? Tulisan mana yang harus dilanjut dan diperbaiki?

Intinya banyak. Saking banyaknya, kadang sampe otaknya panas terus jadi eror. Dan gak tahu harus mikir yang mana dulu. Terutama kalau di akhir bulan kayak gini. Pikirannya makin banyak. 

Berapa banyak uang yang harus ditabung? Berapa banyak uang yang harus dikasih ke Mama? Berapa banyak sisa uang buat dijajanin? Berapa banyak uang yang tersisa buat isi minyak? Perlengkapan mandi dan yang lainnya masih ada gak? Cukup gak? 

Yah, intinya memusingkan. Pengen gitu sesekali gak mau mikir apa-apa. Cuma, ya, gimana? Gak bisa! Manusia hidup, emang tugasnya buat mikir! Mikir gimana biar bisa lebih baik ke depannya. Mikir gimana biar bisa tetap hidup. Ya, seenggaknya punya otak bukan buat dijadikan pajangan ajalah. Seminimalnya kudu dipake buat mikir besok mau makan apa dan harus ngapain aja.

Sekian cuap-cuap menyebalkan aku.

Ilmu banyak bermanfaat bagi semua orang. Saat melakukan sesuatu, orang-orang harus memiliki ilmu. Bahkan untuk berbicara agar didengarkan oleh orang-orang pun harus memiliki ilmunya.

Ilmu, bagiku, sangat berharga. Lebih berharga daripada uang. Karena dengan adanya ilmu, maka uang pun akan datang dengan sendirinya. Jadi, bukanlah sesuatu yang mengherankan saat aku mengatakan ilmu lebih berharga daripada uang, bukan?

Lalu, ilmu yang paling kusukai di dunia ini adalah ilmu kesehatan, ilmu psikis, dan lainnya. Intinya sesuatu yang pasti dan susah berubah-ubah, tidak seperti bahasa. Yah, walau bahasa itu sangat berguna untuk berkomunikasi. Akan tetapi, aku tak begitu menyukainya karena itu bukanlah sesuatu yang pasti.

Ilmu eksak lebih menyenangkan menurutku, karena tidak ada lebih dari satu jawaban. Itu pasti dan tidak berubah. Maka dari itu aku menyukainya. 



Buah itu mengandung banyak vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Akan tetapi, aku tak begitu menyukai buah. Alasannya macam-macam, entah itu karena aroma buah itu, efek setelah memakan buah, bentuk buahnya. Dan alasan yang paling utama adalah malas. Malas mengupas kulitnya.

Tapi, ada beberapa buah yang aku sukai karena aromanya. 
1. Mangga
Kalau yang satu ini, aku suka dan akan makan kalau semisal ada yang kupasin, kecuali mangga udang. Karena mangga udang gak perlu dikupasin orang. Tinggal gigit aja kulitnya (barbar sekali, ya? Iya, bodo amat, deh). Selain mangga udang, aku biasanya makan kalau dikupasin sih.

2. Kelengkeng/ Logan
Ini nih, buah wajib ada pas imlek. Bukan wajib ada sih, tetapi tiap tahun tetap ada waktu sembahyang. Dan, buah ini bakal habis dimakan dalam sekali duduk. Padahal gak boleh. Cuma, ya, apa boleh buat. Kalau ditunda-tunda makannya gak bakal dimakan soalnya. Wwkkwkwkw

3. Nenas
Ini aku suka baik yang rasanya asem ataupun manis. Apalagi kalau ada sambel rujaknya. Makin mantep deh. Ini juga salah satu buah yang ada pas sembahyang imlek. Aku suka makan buah yang satu ini kalau lagi sakit tenggorokan. Cuma, yah, setelah makan buah ini harus ingat gak boleh minum air. Nanti mulutnya rasanya pahit.

4. Durian
Yap, buah ini sangat sangat gimana ya bilangnya? Banyak orang yang suka, banyak orang yang gak suka. Terutama karena aromanya yang kuat. Akan tetapi, aku suka-suka aja tuh. Soalnya gimana ya? Menurutku, enak-enak aja sih. Haha. Tentu aja kalau duriannya udah dibukain. Kalau suruh buka sendiri mah. Gak bakal makan deh. Ah! Kalau durian yang paling enak itu, durian yang udah dimasukkan ke dalam freezer. Udah pernah coba? Coba deh. Aku jamin, rasanya enak. Kayak makan es krim. Yummy ....

Kayaknya cuma 4 buah di atas aja yang aku suka, sisanya gak gitu. Pokoknya, ketiga buah ini yang paling sering kumakan kalau ada. Dan buah yang paling kubenci itu jatuh pada rambutan. Hahaha .... Kalau kata orang itu buah, bagiku itu kulit kayu. Maapkan aku pecinta rambutan.

Ada begitu banyak warna di dunia ini. Semua warna itu, menurutku indah. Bahkan jika itu warna kelam pun memiliki daya tarik tersendiri.

Merah

Ini merupakan salah satu warna yang kusukai. Hampir semua baju yang kubeli berwarna ini. Pernah sekali, pada tahun 2012 silam. Di Bulan Desember, aku kebingungan karena semua bajuku berwarna merah. Tanggal 21 Desember 2012, nenekku meninggal. Dan menurut tradisi, kami cucu-cucunya tak boleh memakai warna baju yang cerah. Apalagi meningat beliau adalah nenek dari pihak Papa. Namun, saat itu, yang mana sudah dekat imlek, aku sudah membeli banyak baju berwarna merah. Papa mengomel, tentu saja.

Hari itu, beberapa hari sebelum imlek, akhirnya mama membelikan aku satu buah baju baru berwarna kelam. Sejak saat itu, aku pikir, warna kelam juga bagus, kok.

Alasan aku menyukai warna ini apa ya? Mungkin karena terlihat ganas dan berani. Apalagi artinya juga begitu, 'kan? Sangat berkebalikan dengan aku yang penakut. Walau ada arti juga warna ini yang mencerminkan sifatku, yaitu panas. Aku gak akan nyangkal, aku emang orangnya cepat panas. Cuma sekarang, walau marah, aku lebih memilih diam.

Hitam

Warna ini bagus, elegan. Apalagi kalau dicampur dengan warna emas. Semakin menambah kesan elegannya. Satu alasan lagi kenapa aku suka sama warna ini, gak gampang kotor. Walau sebenarnya aku gak gitu suka sama warna ini kalau dipakai dalam bentuk celana apalagi di cuaca panas. Warna hitam menyerap panas lebih cepat, ingat? Dan bisa-bisa, selepas dari outdoor, kakiku akan menjadi merah-merah kalau pakai celana berwarna ini di luar. Cuma kalau baju, aku suka. Kenapa? Karna warnanya hitam, gelap, jadi gak tembus pandang. Hahaha

Lagu adalah sesuatu yang kudengar ketika bosan, senang, sedih. Intinya, ini adalah obat bagiku. Obat ketika aku terlalu senang, terlalu sedih, dan terlalu bosan. Saat aku sedang tak tahu ingin melakukan apa, yang kulakukan adalah dengar lagu. Maka dari itu, aku selalu membawa earphone ke mana-mana. Itu menjadi barang wajib ketika aku berpergian ke luar. Tentu saja, ponsel yang bisa mendengar lagu dengan batre full juga menjadi barang wajib.

Pernah sekali, saat aku "terpaksa" pergi ke luar kota, tanpa earphone aku mengambek pada Papa yang tak mau berbalik ke rumah untuk mengambil barang tersebut. Padahal, jaraknya dari rumah masih dekat. Kami baru saja keluar dari komplek perumahan. Bahkan aku pun sudah mengusulkan biar aku jalan kaki saja. Mereka hanya perlu menunggu kurang dari lima menit. Namun, papa tetap kekeh menolaknya. Dan itu membuatku marah hingga tak mau berbicara padanya. Lalu, menurutku, itu adalah liburan terburuk sepanjang hidupku. Pergi jauh tanpa musik, perjalanan yang bagaikan neraka. Berisik dan membuatku merasa tak tenang.


Lagu yang Bisa Membuatku Menangis


Hmm ... Ini sulit. Bukan karna aku tak suka mendengar lagu nyesek, tetapi melainkan aku sendiri yang susah menangis. Mungkin karna kebiasaan menekannya saat ingin menangis, jadi saat sedih aku tak begitu sering menangis.

Tapi. Tapi. Tapi. Lagu yang bikin nyesek di saat aku gabut itu, tentu saja ada. Sebenarnya, ini sudah pernah aku jawab di 30djc yang lalu. Cuma, gak apa deh. Aku bakal jawab lagi. Pas waktu itu, pertanyaannya lagu kesukaan sih memang. Cuma ya gitu, lagu kesukaan sama lagu yang bikin aku nyesek itu hampir sama, gengs.

Road by GOD
Menurutku, lagu ini cukup nyesek. Kenapa? Ya, karena liriknya itu menurutku, sangat nyesek. Sebenarnya, ini lagu lama. Yang bikin aku jatuh cinta sama lagu ini waktu pertama aku denger dari acara Begin Again-nya Korea. Tau gak? Kalau gak tau, cari yak. Aku belum pernah denger versi aslinya, tapi aku suka versi cover-nya. Cover Road yang dinyanyikan oleh Henry Lau, IU, Jo Hyun Ah, dan Yang Da Il.
Nah, ini nih lirik yang menurutku 'kena' banget. 
naega ganeun igiri
eodiro ganeunji
eodiro nal deryeoganeunji geu goseun eodinji
al su eopsjiman al su eopsjiman al su eopsjiman
neuldo nan georeogago inne
saramdeureun giri da
 
Nah, kalau artinya sih kurang lebih gini, ya. (dalam versi bahasa inggris aja, ya. Biar lebih terasa)
The road that I’m taking
Where it’s leading me to, where it’s taking me
Or where the final destination is
I have no idea, no idea, no idea
Yet I’m still following this path today
Has destiny already been determined for everyone
 
 

Skill

Skill atau kemampuan adalah kapasitas seseorang dalam melakukan suatu kegiatan. Skill terbagi dua, yaitu soft skill dan hard skill. Soft skill itu bisa berupa sikap. Sedangkan, hard skill itu bisa berupa ilmu yang kita miliki.
 

My Skill

 Kalau ditanya, jujur, aku tak tahu harus jawab apa. Mungkinkah cepat belajar dan beradaptasi dengan keadaan itu termaksud skill? Kalau mungkin, berarti itu. Kalau bukan, ya berarti aku tidak memiliki skill sama sekali. 

Saat melamar kerja, aku juga sering kebingungan menjawab hal ini. Lalu, aku akan menjawab cepat belajar, bisa bekerja sama dalam tim. Yap, walau aku pendiam dan bukan seseorang yang akan memulai duluan, aku bisa bekerja sama dalam tim. Sudah kubilang 'kan kalau aku cepat beradaptasi dengan keadaan. 

Jadi, mungkin saja skill terbaikku hanyalah itu. Kurasa, itu cukup. Hanya saja, skill-ku itu memiliki kekurangan. Aku mudah bosan. Ketika sudah mengerti sesuatu, rasa menarik akan hal itu akan segera hilang, lalu aku pun bosan. Apapun itu, baik dalam game, belajar, bekerja, semuanya. Sampai sekarang, aku masih mencari jalan keluar untuk mengatasi rasa bosan itu. Karena aku sama sekali tak tahu bagaimana caranya mengatasi hal ini sama sekali. Satu-satunya cara yang terpikirkan adalah dengan menekannya.